Kamis, 17 Juli 2008

Jablai - Titi Kamal

Waktu tamasya ke binaria
Pulang pulang ku berbadan dua
Meski tanpa restu orang tua sayang
Aku rela abang bawa pulang

Ngga kerasa uda setahun
Si abang mulai berlagak pikun
Uda ngga pernah pulang ke rumah sayang
Kepincut janda di pulo gebang

Lay.. lay.. lay.. lay.. lay.. lay..
Panggil aku si Jablay
Abang jarang pulang aku jarang di belai

Anak kita skarang uda besar
Mulai bingung kok bapaknya nyasar
Kenapa bapak ngga pulang-pulang emak
Kata tetangge... emangnya enak

Hampa - Ari Lasso

Kupejamkan mata ini
Mencoba tuk melupakan
Segala kenangan indah tentang dirimu
Tentang mimpiku

Semakin aku mencoba
Bayangmu semakin nyata
Merasuk hingga ke jiwa

Tuhan tolonglah diriku
Entah dimana dirimu berada
Hampa terasa hidupku tanpa dirimu

Apakah disana kau rindukan aku
Seperti diriku yang selalu merindukanmu
Selalu merindukanmu

Tak bisa aku ingkari
Engkaulah satu satunya
Yang bisa membuat jiwaku
Yang pernah mati menjadi berarti
Namun kini kau menghilang
Bagaikan ditelan bumi
Tak pernah kah kau sadar
Arti cintamu untukku

Rabu, 16 Juli 2008

BURUNG CAMAR

Burung camar tinggi melayang
Bersahutan di balik awan
Membawa angan –angan ku jauh meniti buih
Lalu hilang larut di lautan

Oh bahagia tiada terperi
Indah nian derap jiwaku
Tak kenal duka derita tak kenal nestapa
Cerita slalu penuh pesona

Tiba-tiba ku tertegun lubuk hatiku tersentuh
Perahu kecil terayun nelayan tua di sanatiga malam bulan telah hilang
Langit gelap walau tak bermega


Tiba-tiba kusadari lagu burung camar tadi
Hanya kisah sedih nada duka hati yang terluka
Tiada teman berbagi derita
Bahkan untuk berbagi cerita

Burung camar tinggi melayang
Bersahutan di balik awan
Kini membawa angan ku yang tadi melayang
Jatuh dia dekat di kakiku

BURUNG CAMAR

Burung camar tinggi melayang
Bersahutan di balik awan
Membawa angan –angan ku jauh meniti buih
Lalu hilang larut di lautan

Oh bahagia tiada terperi
Indah nian derap jiwaku
Tak kenal duka derita tak kenal nestapa
Cerita slalu penuh pesona

Tiba-tiba ku tertegun lubuk hatiku tersentuh
Perahu kecil terayun nelayan tua di sanatiga malam bulan telah hilang
Langit gelap walau tak bermega


Tiba-tiba kusadari lagu burung camar tadi
Hanya kisah sedih nada duka hati yang terluka
Tiada teman berbagi derita
Bahkan untuk berbagi cerita

Burung camar tinggi melayang
Bersahutan di balik awan
Kini membawa angan ku yang tadi melayang
Jatuh dia dekat di kakiku

Kamis, 10 Juli 2008

Asmara

Sendiri….kukemas air mata di pipi
Tak percaya ku yang tlah terjadi
Cintamu kini telah terbagi
Haruskah cinta aku akhiri
Hanya sampai di sini….

Tak mungkin, aku berpaling dan menyesali
Tercabik hati ini meronta
Jangan kau rejam gairah yang ada
Haruskah aku mengemis cinta
Untuk menghilangkan duka

Asmara kemana lagi akan ku cari
Siapa yang mengusir sepi
Di saat ku sendiri….ho….
Asmara mungkinkah kau sampaikan padanya
Walau hatiku penuh derita
Aku masih slalu cinta

Aryati

Aryati…
Dikau mawar asuhan rembulan
Aryati…
Dikau gemilang seni pujaan

Dosakah hamba mimpi berkasih dengan tuan
Ujung jarimu kucium mesra tadi malam
Dosakah hamba memuja dikau dalam mimpi
Hanya dalam mimpi

Aryati…
Dikau mawar di taman khayalku
Tak mungkin dikau terpetik daku
Walaupun demikian nasibku
Namun aku bahagia
Seribu satu malam

Apa Salah dan Dosaku (D'Loyd)

Haruskah hidupku terus begini
Dengan cinta yang tiada akhir
Kemanakah jalan
Yang harus ku tempuh
Agar ku bahagia

Oh Tuhan berikan petunjukmu
Untuk kujadikan pegangan hidupku
Apakah salahku dan apa dosaku
Sampai ku begini

Aku tak sanggup lagi
Menerima derita ini
Aku tak sanggup lagi
Menerima semuanya

Antara Cinta dan Dusta

Hati siapa yang tak kan hancur
Bila didepan mata dia bercumbu
Insan yang mana yang tak jadi benci
Bila cinta yang indah jadi begini

Kau yang kusayang mengapa berdusta
Tak cukup kah satu untuk dirimu oh…

Inikah sumpahmu yang kau ucapkan dulu
Sehidup semati kita berdua
Belum mati kau buat begitu
Apalagi bila aku mati

Pandainya matamu
Menyimpan dia yang lain
Seakan tak pernah ada aku dihatimu
Pandainya lidahmu memutar balik kata
Kau kejam kau sakiti insane lemah ini
Kau kejam seakan tiada mata hatimu
Jangan bicara cinta lagi
T’lah kututuppintu hati ini
Jangan lagi kau datang disini
T’lah kuhapus namamu dihati

Antara Cinta dan Dusta

Hati siapa yang tak kan hancur
Bila didepan mata dia bercumbu
Insan yang mana yang tak jadi benci
Bila cinta yang indah jadi begini

Kau yang kusayang mengapa berdusta
Tak cukup kah satu untuk dirimu oh…

Inikah sumpahmu yang kau ucapkan dulu
Sehidup semati kita berdua
Belum mati kau buat begitu
Apalagi bila aku mati

Pandainya matamu
Menyimpan dia yang lain
Seakan tak pernah ada aku dihatimu
Pandainya lidahmu memutar balik kata
Kau kejam kau sakiti insane lemah ini
Kau kejam seakan tiada mata hatimu
Jangan bicara cinta lagi
T’lah kututuppintu hati ini
Jangan lagi kau datang disini
T’lah kuhapus namamu dihati